Halaman

Jumat, 11 April 2014

Kondisi Kesehatan Menurun, Dokter Fokus pada Asupan Nutrisi Ahmad

Ahmad (11/04/14) - Foto: Huzaema
Beberapa hari yang lalu Ahmad (7 bulan) menunjukkan kondisi yang mulai stabil, namun saat ini kondisi kesehatan Ahmad mengalami penurunan (11/04). Pembengkakan pada perut Ahmad yang tadinya terlihat mulai mengecil, kini kembali membesar dan berat badannya pun turun menjadi 5,6kg. Ia pun harus diinfus lagi. Menurut salah satu relawan kami yang juga bekerja di rumah sakit tempat ahmad di rawat, kondisinya mulai menurun sejak kemarin (10/04). “Dokter anak yang menangani ahmad fokus ke asupan gizi karena ahmad mengalami malnutrisi." 

Malnutrisi ini adalah kondisi gizi buruk, yang bisa terjadi karena seseorang kekurangan gizi (malnutrisi primer) atau bahkan kelebihan gizi tertentu (malnutrisi sekunder) yang menyebabkan gangguan. Berdasarkan data WHO, kasus malnutrisi termasuk penyebab tak langsung kematian1 dari 3 anak di seluruh dunia. 

Saat ini kami belum bisa menemui dokter yang menangani Ahmad secara langsung. Hanya terus memantau keadaan terbaru ahmad. Rencananya Ahmad akan menjalani operasi minggu ini, menunggu dokter dari Rumah Sakit Fatmawati Jakarta. Relawan pun selain fokus pada panggalangan donasi, juga ikut mendonorkan darah untuk Ahmad. Keluarga terus berharap keadaan ahmad akan semakin membaik dan tumbuh menjadi anak sehat seperti anak-anak lainnya. (@nonturomomi)

Rabu, 15 Januari 2014

Suriah

Tak banyak yang saya ketahui tentang Suriah, siapa itu Assad, dan sekelumit masalah yang ditimbulkannya. Namun, ada soalan lain yang membuat saya terus mencari tahu tentang ini, dan yang paling santer diberitakan adalah dampak kemanusiaan atas kebejatan seorang Assad dengan model politik ala fir’aun yang dibawakannya terhadap warga Suriah. Seperti yang saya baca dibeberapa portal berita dan artikel-artikel tentang suriah, bahwa saat ini warga suriah benar-benar dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Mereka seperti terusir dari rumah mereka sendiri. Tidak lain tidak bukan dalang semua ini adalah Assad. Seorang pemimpin Negara yang terkenal diktator. Persoalan suriah ini bukan persoalan umat muslim saja, tetapi apa yang terjadi di suriah saat ini adalah persoalan kemanusiaan yang artinya, siapapun kita, muslim atau non muslim sudah sepatutnya membantu mereka.

Telah dikeluarkan fatwa halal memakan bangkai daging hewan bagi mereka yang kelaparan di tanah suriah sana. Astaghfirullah. Disini, kita bisa makan sepuasnya. Bahkan kadang tak dihabiskan. Mereka? Boro-boro bisa makan enak, ketemu rumput saja sudah sangat bersyukur untuk bisa mengurangi rasa lapar mereka. Perasaan manusia mana yang tidak terenyuh dengan kondisi seperti itu? Itu baru soal makanan. Bagaimana dengan tempat tinggal mereka? Tidak ada tempat yang empuk untuk tempat mereka berbaring. Perasaan tidak aman selalu menghantui mereka. Rumah dan kota mereka dihancurkan.

Banyak dari mereka yang tinggal di barak pengungsian, dengan makanan yang seadanya. Akhir-akhir ini saya sering mengikuti perkembangan terkini dari beberapa akun peduli suriah, kabar terakhir yang saya baca dari twitter ACT, bahwa jumlah anak-anak pengidap polio di suriah meningkat mengingat sulitnya akses vaksinasi terhadap beberapa lokasi pengungsi Suriah.

Sudah 40 tahun lebih warga suriah berada dikondisi seperti ini. Kita tak bisa diam saja, atau sekadar bersedih atas apa yang terjadi disana. Setidaknya ada kontribusi dari kita, apapun bentuknya. Sekalipun itu hanya tenaga mengumpulkan donasi. Karena senyum mereka, bahagia kita. Allahu Akbar! #SaveSuriah 
(@nonturomomi)

Kamis, 24 Oktober 2013

Qurban Keroyokan Jilid II

Sukses dengan Qurban Keroyokan jilid I, divisi ayo sedekah palu kembali mengadakan kegiatan yang sama. Jika dulunya hanya di satu tempat, tahun ini tebar Qurban Keroyokan berhasil direalisasikan di dua lokasi yang berbeda. Uwe tumbu (Pemukiman tempat pembuangan sampah akhir) dan Kec. Lindu (lokasi minoritas muslim). Sebelumnya, kami berencana menyalurkan daging qurban di tiga tempat, selain lindu dan uwe tumbu, salena juga menjadi tujuan penyaluran kami, bekerjasama dengan yayasan husnayain. Eksekusi dilakukan di tempat pemotongan hewan, setelah semuanya selesai barulah tebar qurban kami mulai.

Hari pertama, daging qurban keroyokan disalurkan untuk para kaum dhuafa di pemukiman tempat pembuangan sampah akhir, sejak pagi mereka telah menunggu. Penyaluran agak sedikit terlambat dikarenakan beberapa alasan teknis. Berdasarkan data yang telah kami himpun jauh-jauh hari sebelumnya, terdapat kurang lebih 65 KK yang bermukim di lokasi tersebut. Paket daging qurban sengaja kami genapkan menjadi 70 kantong, untuk beberapa KK yang belum terdata. Sementara sisa daging qurban, selebihnya kami tebar ke beberapa keluarga yang kurang mampu di kota palu. 

Hari berikutnya tebar qurban ke kecamatan lindu, kabupaten sigi. Tepat jam 13.00 wita kami berangkat, jumlah KK yang kami miliki berjumlah 96 KK, dan lagi-lagi kami melebihkan jatah paket daging dari jumlah kepala keluarga yang kami data. Mengingat masih adanya keluarga muslim di seberang danau yang tidak sempat kami data secara langsung. Selain itu, paket daging qurban juga di salurkan ke beberapa keluarga yang kurang mampu di kec. Gumbasa tepatnya di desa pakuli, melalui bantuan kepala desa pakuli. Alhamdulillah semua terealisasi dengan baik. Terimakasih kepada para shohibul qurban yang telah mempercayai kami sebagai penyalur melalui program Qurban Keroyokan. Semoga Allah membalas segala kebaikan dengan sebaik-baik balasan. Aamiin Yaa Rabbal ‘alamiin.






































Rabu, 23 Oktober 2013

Selasa Ceria di Desa Salua

Pagi itu, tak seperti biasanya, Rumah Dua Jari telah ramai oleh para pejuang sedekah. Kami berkumpul sepagi mungkin karena akan berangkat bersama menuju desa Salua. Desa Salua, adalah desa yang beberapa hari lalu porak-poranda diterjang banjir bandang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Hanya saja, banjir bandang yang melanda secara tiba-tiba membuat para warga trauma, tak terkecuali anak-anak. 

Teriknya sinar matahari tak menyulutkan langkah kami. Saat kami tiba, suasana pedesaan menyapa dengan hangat, tampak batangan pohon masih berserekan di pinggir-pinggir jalan, berlumpur, sisa-sisa banjir bandang. Terlihat aktivitas para warga mulai normal seperti biasa. Kami harus minta izin karena akan melakukan kegiatan bermain dengan anak-anak pasca bencana. Beberapa rekan kami sibuk audiensi dengan beberapa orang penting disana. Setelah bolak balik dan meminta izin pada pak RT. Kami pamit sejenak untuk melaksanakan sholat dzuhur di masjid desa itu. 

Usai sholat dzuhur, kami pun bergegas menuju sekolah yang menjadi tempat kegiatan bermain kami. Ternyata, anak-anak telah ramai berkumpul di lapangan sekolah. Dibantu satu orang guru sekolah dasar itu, permainan pun dimulai. 

Anak-anak sangat menikmati kegiatan ini, rasa senang benar-benar terlihat dari raut wajah mereka saat mereka tertawa lepas. Terlebih lagi saat ada yang diberi hadiah karena telah berani maju unjuk gigi bersama kakak-kakak Rumah Dua Jari, karena semua ingin juga mendapatkan hadiah, saat salah satu pengisi permainan menantang keberanian mereka, hampir semua anak mengacungkan telunjuknya. Seru. Permainan pun diakhiri dengan membagi-bagikan bingkisan lucu ke mereka. Kami bahagia bisa melihat mereka tersenyum.

Selain bermain dan berbagi bingkisan-bingkisan lucu. Kami juga menyalurkan paket pendidikan kepada 11 anak yang rumahnya rusak parah akibat bencana banjir. 11 anak tersebut dipilih atas rekomendasi kepala desa dan beberapa rekan RDJ yang sebelumnya sudah melakukan survey di desa tersebut. Hanya ada 11 rumah rusak parah, sementara yang lain rusak ringan. 

Ini dia nih foto kegiatan kami di Desa Salua:




















RECENT POST..